Fobia - Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Pengertian Fobia

Fobia - Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati - Fobia adalah ketakutan berlebihan terhadap objek atau situasi tertentu. Ketakutan yang berlebihan ini sering menyebabkan depresi, kecemasan, dan kepanikan yang hebat. Kebanyakan orang dengan fobia tahu bahwa ketakutan mereka tidak berdasar tetapi tidak dapat mengendalikan mereka dan lebih suka menghindari benda atau situasi yang menakutkan. Kondisi ini membedakan fobia dari ketakutan biasa.

Fobia - Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyebab fobia

Fobia disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Seseorang lebih mungkin terserang fobia jika ada anggota keluarga yang mengalami gangguan kecemasan. Peristiwa traumatis, seperti tenggelam, digigit binatang, terperangkap dalam lift, dll. juga dapat menyebabkan fobia.

Gejala fobia

Selain gejala psikologis dalam bentuk rasa takut, fobia juga dapat berdampak pada kondisi fisik. Berikut adalah beberapa contoh gejala fisik akibat fobia:
  • Disorientasi atau kebingungan.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Mual
  • Dada terasa kencang dan sakit.
  • Sesak napas.
  • Denyut jantung meningkat.
  • Tubuh bergetar dan berkeringat.
  • Telinga berdengung.
  • Perasaan selalu ingin buang air kecil.
  • Mulutnya kering.

Jenis fobia


Ada banyak jenis fobia yang mungkin Anda dan orang lain temui. Namun secara umum, ada dua jenis fobia berdasarkan jenis ketakutan:

1. Fobia spesifik

Jenis fobia ini biasanya berkembang sejak masa kanak-kanak atau remaja. Fobia lingkungan (kedalaman air atau ketinggian), fobia hewan (ular, ulat bulu atau laba-laba), fobia situasi (kunjungan ke dokter), fobia seksual (takut tertular penyakit seksual) dan fobia fisik (takut jarum atau darah). Berikut adalah beberapa jenis fobia spesifik yang harus diketahui:
  • Aerophobia atau aviophobia adalah fobia terbang.
  • Acrophobia, sebuah fobia ukuran. Orang biasanya menghindari tempat-tempat tinggi seperti gunung, jembatan dan gedung-gedung tinggi. Gejalanya meliputi pusing, vertigo, berkeringat, dan kehilangan kesadaran.
  • The anuptaphobia, fobia kesepian yang mencegah pasien hidup sendiri atau tidak memiliki kekasih (lajang).
  • Ablutophobia, fobia mandi. Pasien merasa takut berlebihan ketika harus mandi, mencuci muka atau membersihkan tubuhnya.
  • Astraphobia. Banyak orang takut tersambar petir atau tersambar petir, tetapi dalam kasus fobia, pasien akan mengalami serangan panik yang ditandai dengan berkeringat, sakit dada, mual, mati rasa, mati rasa, jantung berdebar, dan kesulitan bernapas.
  • Latrophobia Ketakutan irasional yang mendorong korban untuk menghindari kunjungan dokter dan perawatan media.
  • Ombrophobia Takut akan kilat dan hujan berlebihan. Orang dengan fobia jenis ini umumnya menganggap hujan atau awan gelap sebagai kegiatan berbahaya yang dapat menyebabkan bencana.
  • Pagophobia, fobia es atau apapun yang dingin dan beku.
  • Pogonophobia, ketakutan berlebihan pada janggut.
  • Nomophobia Ketakutan berlebihan ketika Anda pergi atau Anda tidak menggunakan gadget.
  • Trypophobia, fobia lubang yang berdekatan.


2. Fobia kompleks

Jenis fobia ini biasanya berkembang di masa dewasa. Contoh dari fobia kompleks adalah fobia sosial. Orang yang menderita fobia ini akan merasa cemas ketika mereka menemukan diri mereka dalam lingkungan sosial. Orang-orang dengan fobia sosial takut dihina oleh orang lain atau malu jika mereka berbicara buruk. Tentu saja, ini akan sangat mengganggu kehidupan sehari-hari pasien, sehingga akan berdampak negatif pada dunia bisnis, pekerjaan, hubungan, dan hambatan pengembangan diri.

Jenis fobia kompleks lainnya adalah rasa takut akan tempat di mana orang tersebut merasa terjebak atau takut meninggalkan rumah karena takut tersumbat. Gejalanya semakin terlihat pada orang dengan serangan panik. Karena itu, pasien lebih memilih untuk menghindari situasi yang menakutkan seperti bepergian dengan transportasi umum atau di tempat umum (restoran, pasar atau supermarket). Istilah fobia seperti ini juga disebut agoraphobia.

Pengobatan fobia

Fobia dapat diobati dengan dua cara: psikoterapi dan pengobatan. Psikoterapi dapat mengambil bentuk terapi paparan untuk mengubah sudut pandang subjek atau situasi yang menakutkan dan terapi perilaku kognitif (CBT) yang menggabungkan terapi paparan terapi lain. CBT lebih menekankan cara mengendalikan pikiran dan perasaan. Sementara itu, obat-obatan yang digunakan untuk mengobati fobia adalah beta-blocker dan anti-depresi untuk mengurangi gejala.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel