Cegukan - Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Pengertian Cegukan

Cegukan - Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan - Orang dewasa dan bayi pasti mengalami cegukan atau singultus. Cegukan yang ditandai dengan bunyi chik ini terjadi ketika diafragma, atau selaput otot yang memisahkan rongga dada dari rongga perut, mengalami kontraksi. Setiap kontraksi pada organ yang juga memainkan peran penting dalam pernapasan, akan menyebabkan penutupan pita suara yang tiba-tiba, menghasilkan suara cegukan yang khas.

Cegukan

Gejala cegukan

Cegukan jangka panjang juga bisa menunjukkan gejala penyakit serius. Untuk alasan ini, jika ini dilakukan oleh dokter, ada eksperimen yang harus dilakukan, seperti:
  • Endoskopi. Pemeriksaan dengan pipa kecil dengan lampu. Kamera ini dilakukan jika cegukan dianggap terkait dengan gangguan pencernaan, seperti asam lambung atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD).
  • Elektrokardiogram (EKG). Pemeriksaan yang mengevaluasi aktivitas listrik di jantung dilakukan jika cegukan dianggap terkait dengan masalah jantung.
  • Pemindaian sinar-X. Pemindaian dengan tomografi atau pemindai yang terkomputerisasi, dan digitalisasi dengan resonansi magnetik atau MRI. Satu dari tiga tes dapat dilakukan jika dokter mencurigai adanya cegukan yang disebabkan oleh infeksi atau tumor.
  • Tes darah. Tes ini dilakukan apabila cegukan dicurigai disebabkan oleh gangguan hati, ginjal atau diabetes.

Penyebab cegukan

Umumnya, cegukan pendek atau hanya beberapa menit, jadi tidak perlu khawatir. Cegukan singkat dapat dipicu oleh:
  • Minuman panas
  • Minuman ringan.
  • Minuman yang memabukkan.
  • Makan makanan pedas.
  • Makan terlalu cepat.
  • rokok
  • Tertekan, takut atau bahagia.
  • Perut bengkak.
Dalam beberapa kasus, cegukan juga bisa bertahan lama, lebih dari dua hari. Secara umum, cegukan ini disebabkan oleh masalah kesehatan seperti:
  • Gangguan metabolisme, seperti hipoglikemia, hiperglikemia, dan diabetes.
  • Gangguan saraf vagina, misalnya, pengaruh meningitis, faringitis, dan gondok.
  • Gangguan sistem saraf, seperti cedera otak parah, radang jaringan otak atau ensefalitis, tumor dan stroke.
  • Gangguan pernapasan, seperti radang selaput dada, radang paru-paru dan asma.
  • Respons psikologis, seperti stres, kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, atau syok.
  • Gangguan pencernaan, seperti obstruksi usus, kolitis dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD).
Cegukan jangka panjang juga bisa disebabkan oleh penggunaan narkoba, seperti:
  • Obat kemoterapi untuk pengobatan kanker.
  • Obat untuk kelompok opioid atau analgesik, seperti metadon dan morfin.
  • Benzodiazepin atau obat penenang untuk mengatasi kecemasan.
  • Anestesi atau anestesi sebelum operasi.
  • Methyldopa adalah obat untuk melawan hipertensi.
  • Barbiturat, adalah obat pencegah krisis.
  • Kortikosteroid adalah obat yang mengobati pembengkakan dan peradangan.

Faktor Risiko Cegukan

Elemen yang dapat meningkatkan risiko cegukan:
  • Jenis kelamin Anda Laki-laki lebih cenderung mengoptimalkan cegukan jangka panjang daripada perempuan.
  • Masalah mental atau emosional. Kecemasan, stres, dan kegembiraan sering dikaitkan dengan banyak kasus cegukan jangka pendek dan jangka panjang.
  • Pembedahan Beberapa orang mengoptimalkan cegukan setelah anestesi rutin atau setelah prosedur yang melibatkan organ perut.

Diagnosis Cegukan

Pertama, para ahli harus memeriksa saraf untuk mengevaluasi refleks, koordinasi dan keseimbangan teratur, kemampuan untuk menikmati sentuhan, kekuatan nada dan otot, serta energi visual.

Jika penyebab cegukan diduga karena gangguan kesehatan, penyelidikan lebih lanjut harus dilakukan. Salah satunya adalah tes darah yang dirancang untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi, penyakit ginjal atau diabetes.

Pengobatan cegukan

Jika tidak disebabkan oleh gejala penyakit serius, cegukan dapat diatasi dengan sistem berikut:
  • Lakukan posisi telentang untuk menopang dada menyentuh tanah.
  • Berbaring atau duduk dengan menarik lutut untuk menyentuh dada Anda.
  • Bernafaslah dalam kantong kertas.
  • Merasakan cuka.
  • Telan sedikit gula.
  • Ayam lemon.
  • Mengandung nafas dalam waktu yang relatif singkat.
  • Minumlah air dingin secara perlahan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel